Tak ada satupun yang membuka pembicaraan. Bokep Mom Ia menuntun tanganku hingga melingkar di pinggangnya, lalu kedua lengannya sendiri memeluk leherku. Ia memandangku dengan bibir setengah terbuka. Aku hendak menarik tubuhku saat ia meraih lenganku. Ia membalikkan tubuh dan membungkuk. Tiba-tiba tangannya terulur lagi, menahan tubuhku. “Hey !” seruku. Ia.Pagi menjelang. Air dingin membuatku terasa lebih segar. “Kurasa juga demikian. “Aku..ah… maafkan,” bisikku setelah sadar bahwa aku terlalu cepat baginya. Kuangkat kepalaku dan memandangnya. Lalu kudengar langkahnya mendekat. Tak berapa lama kemudian aku sudah duduk dalam keadaan telanjang bulat. Kulihat ia tersenyum menatap selangkanganku yang sudah terlihat menonjol. “Tunggu,” kataku, “aku tidak…”
“Sebaiknya cepat-cepat sebelum aku berubah pikiran.” Ia melepaskan genggamannya di tanganku. Kulihat ia memandangku, masih dengan senyuman di bibirnya. Tuduhan semacam itu tidak kusukai. Kusentuh buah dadanya dengan jemariku, lalu kususupkan ke balik bra-nya. Waktu itu kulihat ia berdiri sendiri di depan pintu lorong yang menghubungkan ballroom dengan dapur.




















