Tampaknya Sita tidak mengerti jika kali ini aku menggunakan kamera digital. Vidio Porno Aku kan gak punya apa-apa?!”, tanyanya kebingungan.Sepertinya ia takut gak bisa dapet pinjaman uang dariku.“Terserah kamu aja deh, apa imbalan dan jaminannya!” katanya lagi, dari nada suaranya terdengar kalau dia sudah putus asa.Tiba-tiba aku dapat ide briSitan.“Gini.. Makin menimbulkan gejolak di hatiku.Maka kurangkul dia dengan tangan kiriku, kubelai rambutnya yang masih sedikit basah.“Sita.. Makin menimbulkan gejolak di hatiku.Maka kurangkul dia dengan tangan kiriku, kubelai rambutnya yang masih sedikit basah.“Sita.. terimakasih atas apa yang telah kamu lakukan hari ini” kataku padanya dengan lembut.“Aku jadi makin sayang padamu..” kataku lagi, sambil menarik tubuhnya menghadapku, dan kemudian kucium bibirnya dengan lembut.Saat itu bibirnya masih terasa dingin, tapi lambat laun makin terasa hangat seiring makin hangatnya kami berciuman, bibir lembutnya bagiku rasanya seperti agar-agar.Kemudian kubimbing ia berjalan menuju rumah dan kemudian kusuruh Slamet mengambilkan minuman susu coklat hangat untuknya agar ia merasa hangat, dan dengan lembut, pelan-pelan kuminumkan segelas susu hangat itu




















