Berlahan Lia kemudian berjalan mendekati Pak Wid yang kini nampak bersandar pada meja kerjanya.“Pak, saya dapat tugas nih dari Pak Tio, sepertinya yang tadi musti kita tunda dulu…”.Lia tersenyum menggoda sambil memegang dasi yang dikenakan oleh atasannya tersebut. Bokepindo Dengan tangan kanan Pak Wid kemudian mengarahkan batang penisnya dan mengusap-usap ujungnya dipermukaan vagina sang sekretaris.“Bapak… jangan diusap-usap aja, masukin dong…”, Lia merajuk manja.“He he he udah nggak tahan ya?”.“Iya nih…”.“Beneran nih nggak tahan?”, Pak Wid menggoda Lia.Lia yang memang sudah sejak tadi bergairah langsung mengkerutkan keningnya kesal. Pak Wid terlihat semakin membelalak menyaksikan pemandangan indah di depannya.Walaupun ini bukan pertama kalinya, namun tetap saja setiap kali melihat vagina Lia seakan memberikan sensasi luar biasa dalam otak Pak Wid. Kini Lia bisa merasakan jari-jari tangan Pak Wid telah menyentuh permukaan celana dalamnya yang berenda.“Udah basah ya sayang?”, Pak Wid melepaskan bibirnya dan tersenyum kecil.Lia hanya mengangguk pelan dan mendesah.



















