Tadi sewaktu aku mau belok kiri ke Hotel “Kh” lagi-lagi Sari menolak. “Ini.., engga bisa ilang”, kataku sambil menunjuk noda itu. Bokep Jepang Bu Maya (sebut saja begitu) kawan sekerjanya yang telah berkeluarga ada di sampingnya. Mungkin karena aku memakai dasi sehingga aku dikiranya manager di BUMN ini, padahal aku hanya staf biasa di perusahaanku. “Udah malem.., Mas.., Lain kali aja ya?”, Aku mulai jengkel. Di tepi kanan jalan ke arah Tangkuban Perahu itu banyak terdapat kedai-kedai jagung bakar. Kukira ia mau menolak, tahunya hanya melihat sekeliling. “Sampai di mana nih?”, tanyanya terengah. Mungkin karena aku memakai dasi sehingga aku dikiranya manager di BUMN ini, padahal aku hanya staf biasa di perusahaanku. “Jangan khawatir.., aman”, kataku. Berbahaya sebenarnya. Rambut kelaminnya yang tak begitu lebat itu kuusap-usap. Kubelokkan mobilku ke situ, mencari tempat parkir yang mojok dan gelap. Di tepi kanan jalan ke arah Tangkuban Perahu itu banyak terdapat kedai-kedai jagung bakar. Tadi Sari bilang sendirian. Ada beberapa bank, kantor pos dan




















