Dadaku tiba-tiba berdegup-degup.“Bang, Bang kiri Bang..!”
Semua penumpang menoleh ke arahku. Ah segar. Film Porno Aku tahu di mana ruangannya. Ia sudah membereskan peralatan pijat. Eh bisa juga wanita setengah baya ini ramah kepadaku.Lalu ia membersihkan pahaku sebelah kiri, ke pangkal paha. Dari jarak yang dekat ini hawa panas tubuhnya terasa. Masih menutupi diri dengan tabloid. Apakah suaraku mengganggu ketenangan mereka? Begini saja daripada repot-repot. Lalu asyik membuka tabloid. Aku masih penasaran, ia seperti tanpa ekspresi. Kalau potong rambut ya masuk ke tukang pangkas di pasar. Jendela kubuka. Tangannya halus. Aku masih di atas angkot. Cukuplah kalau tanganku menyergapnya. Dia mau pulang dulu ngeliat orang tuanya sakit katanya sih begitu,” kata Wien.Setelah beberapa lama menyodoknya, “Terus dong Yang. Ia membersihkan punggungku dengan handuk hangat. “Siapa Mbak..?” kataku sambil menancapkan Junior amblas seluruhnya.



















