Bagaimana tidak? Aku menangis.., aku sudah tidak perawan lagi! Vidio Porno Siang itu ibu menyuruhku mengambil beberapa barang di rumah Pak Herman karena persediaan di kios habis. Ibu masih muda dan cantik, tentunya ia butuh seseorang untuk mendampinginya, melanjutkan kehidupan. Ibuku blasteran, ayahnya belanda dan Ibu Sunda. Rasa takut dan kasihan kepada ibu membuat aku luluh. Ibu datang pagi hari setelah kios aku buka dan pulang sore hari dijemput Pak Herman sepulangnya dari kantor.Kehidupan kami bahagia dan biasabiasa saja sampai pada suatu hari, sekitar empat bulan setelah ibu menikah, suatu tragedi di rumah tangga terjadi tanpa setahu ibuku. Peristiwa kedua itu sengaja diciptakan Pak Herman dengan akal liciknya. Di kamar mandi aku menangis sendiri, menggosok seluruh tubuhku dengan sabun berkalikali. Aku amat kaget dan ingin mendampratnya, tetapi kembali dengan tenang dan wajah menyeringai, Pak Herman mengancamkuAyo, berteriaklah agar semua tetangga datang dan tahu apa yang sudah aku lakukan terhadapmu!




















