Disana Om Ridwan dengan setia menemani Cinta berjalan dari satu counter ke counter lainnya. Film Porno Itulah persyaratan yang ditetapkan Cinta. “Nih lagi iseng browsing sambil nunggu kamu mandi”. Cinta ingin mengelak dari permintaan itu, namun ia tahu kini semuanya telah terlambat. Cinta sudah terbiasa menginap di rumah Felisia, demikian pula sebaliknya. Tak lama pelayan itu selesai mencatat pesanan mereka berdua. healty life?”, Om Ridwan tersenyum. “Sama-sama”, Om Ridwan tersenyum. Rambutnya yang mulai jarang dan sedikit memutih, menunjukkan kalau ia adalah sosok yang intelektual. Cinta sendiri hanya memandang kearah Om Ridwan. Beberapa saat yang lalu Rido telah dua kali merasakan kehangatan tubuh Cinta, namun baginya itu tidak akan pernah cukup. “Ya gitu deh Om”. “Udah Om, makasi sekali lagi”. Dibelakang kemudi Om Ridwan melirik ke arah Cinta yang terlihat sibuk mengutak-atik ‘mainan’ barunya.










