“Ah masa sih.. Bokep Colmek thanks buat ajakannya,” jawabku. dalam keadaan mabuk berat sekalipun aku masih cukup waras untuk tidak bercumbu dengan pasangan sejenis. “I think we better back to work. Lagipula di lantai satu dan dua di bagian produksi kegiatan tetap berlangsung dan masih ramai dengan pekerja. “Pervert banget dong.. Kemudian dengan menurunkan nada suaranya ia berkata,
“Ada lagi yang lebih parah Sar.”
Melihat ekspresi Hendra yang serius aku jadi mulai penasaran akan ceritanya. Dia menikmati itu semua serasa dia hanya sendiri di ruangan ini. Perusahan tempat aku bekerja ini adalah perusahaan percetakan dan penerbitan terbesar di Indonesia dan aku adalah salah satu manager di situ. Kami biasa bercerita apa saja mulai dari masalah keluarganya atau kantor bahkan sampai masalah seks kami bicarakan dengan gamblang.




















