Menyesal karena merasa dirinya terlalu ragu-ragu bertindak.Tak lebih 15 kilometer jauhnya dari kamar tidur Tania, aku juga sedang terlentang sendirian di ranjang besar di kamar tidurku dengan mata nanar memandang langit-langit.Aku juga tidak bisa tidur malam ini, walau separuh laporan perusahaan yang penuh angka dan paling menjemukan telah habis aku baca.Entah kenapa, malam ini aku begitu merindukan Tania. Perlahan tapi pasti, kejantananku menegang. Bokep China Akupun tertawa sambil berujar,“Kalau kamu yang memandikan aku, kita akan terlambat ke airport. Nafasku terengah-engah. jangan tanya-tanya lagi mengenai hal ini”, si manajer itu mengakhiri ceritanya kepadaku.“Oke.. Berhenti dulu. Keringat dan air bercampur di tubuh kami berdua, sementara di bagian bawah, tempat penyatuan wanita-pria itu, kebasahan telah mengental, menimbulkan suara berdecap berkecipak setiap kali aku menghujam dan menghela. Setiap hujaman mengirimkan sejuta getar ke seluruh penjuru tubuhnya.Tania mengerang lagi, mendesis lagi.










