Begini saja daripada repotrepot.Anggap saja tiaptiap baju sama dengan jumlah kancingbajuku: Tujuh. Tapi tidak apaapatoh tipuan ini membimbingku ke alam lain.Dulu aku paling anti masuk salon. Bokep Hot Seakan sengaja memainkan SiJunior. Sopir menepikankendaraan persis di depan sebuah salon. Adacairan putih di celana dalamku.Di kantor, aku masih terbayangbayang wanita yang dilehernya ada keringat. Ya sekarang..! Tetapi aku masihbetah di atas mobil ini. Kring..!Mbak Wien, telepon. Aku langsungmemasukkan ke saku baju tanpa mencermati nomornomornya. Akudipermainkan seperti anak bayi.Selesai dipijat ia tidak meninggalkan aku. Eh..,kesempatan, kesempatan, kesempatan. Aku duduk di tepi dipan. Aku tidak berpakaian kini. Nafasnya tercium hidungku. Kadangkadangketimun. Ke bawah lagi: Turun. Tapi masih terhalang kain celana. Wajahkumerah padam. Aku pertegas bahwaaku mengendus kuatkuat aroma itu. Kini pindah ke paha sebelah kanan. Si Junior sudahmengeras. Menantang dengan mata genit sambilmendekati pintu salon.




















