“gak da pa pa.”jawab atikah singkat,mukanya merah karena malu. Bokep Montok “liat bagaimana pak,lha wong tak bantu bersihkan lukanya dia tidak mau,tak paksa juga tak mau”jawab atikah. “tapi kalau bapakmu tau ya pasti marah go”ucap ibunya sambil menyalakan kompor,dirgo dengan cepat mengambil panci yang sudah berisi air,posisi mereka yang berdempetan dan kompor yang agak tinggi membuat sikut joko menempel di susu ibunya,dan ia berlama lama memegang panci itu. Darsono rupanya khawatir kalau luka itu akan mengganggu kinerja dari burung anaknya. “sambelnya ambil dulu di dapur,ibuk tak ganti baju yang enak”ujar atikah,dirgo sendiri kemudian melangkah ke dapur,mengambil sambil dan duduk menunggu ibunya di ruang makan.Dia sampe terbelalak ketika ibunya muncul di ruangan itu,dengan daster mini seperti kemaren,hanya sekarang warna merah,rambutnya hitam, panjang yang tadi diikat ala kadarnya kini terurai,rambut atikah lurus alami,joko baru menyadari betapa indah rambut ibunya,biarpun tak pernah kesalon untuk rebonding tapi rambut ibunya begitu lurus indah alami.Dan yang lebih mendebarkan lagi tak ada tali kutang di pundak ibunya,ya benar




















