Panjangnya hampir mencapai 25 cm! Kini, bersusah payah untuk berlagak cool, dia memandangiku. Bokeb ‘Jangan-jangan si Eddy homo juga, kayak gue,’ pikirku.Singkat kata, kami berada di rumahnya. Saling berpelukkan, kami menciumi tubuh masing-masing. CCRROOTT!!! Dengan erotis, kami saling mengusap-ngusap tubuh, memakai sperma kami sebagai lotion. Ngecret… Ooohh…”Dan keluarlah pejuhku. Untuk beberapa saat, kami berdiri mematung di sana, saling bertatapan.Pelan-pelan kucium bibirnya yang ranum itu. Hal terakhir yang saya inginkan adalah bersaing dengannya dalam karya ilmiah. “Ed… Ooohh.. Untuk menambah intensitas, tak lupa saya mendesah-desah.“… Aaahhh… Uuuhh… Hhhohhh… Aaahhh…”Sengaja kupejamkan mataku, agar bisa lebih menghayati. Sebagai juara I, kami diundang untuk memperagakan penelitian kami. Eddy mendesah keenakkan, menikmati sekali. OOOHH!!! Tubuhku mulai kelojotan, pertanda orgasme akan datang.“… Hhhoohh… Ed, gue bakal keluar… Ooohh… Hhhoossshh… AaaAAARRGGHH…!!!” DanCCCRROTT!!! OOHHH!!! Jika ada lomba ngentot, pasti Eddy-ku yang akan menang! Lemas, kusandarkan tubuhku pada Eddy-ku yang tersayang. Bunyi ‘kecipak-kecipok’ terdengar jelas sekali.




















