Walau
sedikit kesulitan, Kak Tina terus membaca. Beratkupun saat itu belum sampai 40 kilo. Bokep Montok Aku semakin berani. Inilah pertama kali aku
menyentuh dada seorang gadis, sepanjang umurku. Dia tetap tenang. “Cuma bercanda. Dadanya yang membusung
turun naik ketika dia menarik nafas. Erangannya berubah menjadi jerit tertahan. Kak Tina menatapku. Orangnya tidaklah cantik, tapi tubuhnya bagus. aah, aku semakin deg-degkan. Tinggallah aku
sendiri. Dia baik dan suka membantuku. Tiada lagi
teman tidurku. “Iya Kak”. Pahanya, yang walaupun sedikit gelap namun mulus itu
terpampang jelas di mataku. Saat itu sikuku menyenggol rak sepatu. Setelah
aku mengganti celana, aku meraih novel itu. Saat menyimpan sepatu di samping kamar,
aku mendengar suara perempuan mengerang, mendesah-desah, yang keluar
dari dalam kamarku. Aku membiarkan saja. Setelah makan, aku beristirahat di
dalam kamar.




















