Erangannya semakin memburu seiring jilatan saya yang makin liar,“ Eghhh… Oughhh… Ssss.. Kemudian,“ Felis, Maafin aku yah, aku tadi nggk sempet cabut penis aku ”, ucapku meminta maaf.“ Yah gimana dong ini, kamu pokoknya harus ganti rugi sama aku ”, ucap Felisa.“ Baiklah aku akan kasih kamu apapun untuk ganti rugi buwat kamu ”, ucapku merasa bersalah.“ Baiklah kalau begitu, mudah saja ganti ruginya. Bokep Dia tidak tahu kalau punya kosan ini punya saya, mungkin saat itu dia menyangka saya hanya pembantu yang mengurus kosan ini. Lendir kawin Felisa dan Spermaku bercapur menjadi satu. saya terima tawaran kamu Mas ”, Felisa menjawab dengan lantangnya.Sekarang giliran saya yang kaget mendengar jawaban dari Felisa. Beberapa menit Felisa melihat suasana kamar dengan seksama, saat itu dia melihat mulai dari ruang tamu, dapur, kamar mandi dan terakhir dia melihat kamar tidur yang cukup luas dan mewah.




















