Aku memasukkan mulutku lebih dalam lagi sampai kepala penisnya menyentuh langit-langit tenggorokanku.Setelah beberapa lama kusepong, benda itu mulai berdenyut-denyut, sepertinya mau keluar. Jari-jarinya basah sekali oleh cairan kewanitaanku.Aku mencegahnya waktu dia mau mengelap jarinya itu.“Jangan dibuang dong, mubazir” cegahku.“Hah, tapi lengket gini Ci, emang mau diapain?” tanyanya heran.Aku tidak menjawabnya selain mendekatkan telapak tangannya ke mulutku, kemudian kumasukkan jari telunjuknya ke mulutku, kuemut dengan penuh perasaan merasakan cairanku sendiri.Tatapan mataku yang binal menatap wajahnya yang terbengong-bengong dengan tingkahku yang liar.“Coba Lix, rasain deh sarinya cewek seperti gua tadi!” kudekatkan jari-jari basah itu ke mulutnya.Mulanya dia agak ragu-ragu dan risih mencicipi cairan itu, namun karena kubujuk terus akhirnya dia pun pelan-pelan menjilati juga cairanku yang belepotan di jarinya itu.“Terus.. Bokep Indo Terbaru Yang bener lu Ci, maksud lu bugil gitu?”“Hh-emm.. Gimana Lix? Kujilati memutar kepala kemaluannya sehingga memberinya kehangatan sekaligus sensasi luar biasa.Semakin kuemut benda itu semakin keras dan membengkak.










