Aku merasa sedih sekali dengan kepergiannya. Sambil memandangku dengan senyum manis. Bokepindo Aneh, karena aku tak pernah berpikir sejauh itu. Usianya sudah 30 tahun. Bahkan aku sangsi apakah kepuasan dan kenikmatan yang sering kudapatkan darinya bisa kudapatkan dari wanita lain.Entahlah. Mama diam saja, hanya elahan napasnya yang terdengar.Aku mulai menjilati bibir kemaluan yang seolah menantangku ini. Lalu kujilati juga kelentitnya, sehingga ibu tiriku mulai menggeliat, Ton…kamu kok sudah pandai main jilat segala? Lalu semua lampu di ruang depan kumatikan. Ibu tiriku tidak mengenakan celana dalam, sehingga tanganku mulai menyentuh rambut lebat di selangkangan Mama. Tanganku yang masih melingkar di lehernya, mulai turun ke bawah… memegang buah dadanya dari luar dasternya. Sehingga kini kedua buah dada Mama berada di dalam genggamanku.Kamu anak nakal. Di masa ujian yang semakin dekat, aku malah terus-terusan mikirin tubuh ibu tiriku.Bahkan pada suatu sore, kegilaanku datang tak terkendali.




















