Lagi asik asiknya ngeremesin toket Vinca, lampu pun berubah menjadi hijau dan gua terpaksa menjalankan kembali mobil gua. Huahaha.” Kata gua melecehkan Vinca. Link Bokep Besok lu akan nerima balesanya.” Kata Nana tersenyum penuh dengan kejahatan. Gua membukakan pintu dan mempersilahkan Vinca masuk. “udah ga sabar pengen kontol ya.” Kata gua sambil mengelus kepala Vinca. Akhirnya yang ditunggu datang juga pikir gua. Tapi Nana malah mendorong badan gua kembali. “Tung….tunguin Vinca om.” Jawab Vinca meminta untuk ikut ke rumah gua. “Jadi pilih yang mana? Tau kemauan gua dan ga memiliki pilihan, akhirnya Vinca duduk di pangkuan gua. “Tapi Om bisa bantu masalah aku kaan?” Tanya Vinca sekali lagi untuk meyakinkan dirinya. “tentu saja. “Usaha dong. Besok lu akan nerima balesanya.” Kata Nana tersenyum penuh dengan kejahatan.




















