Aku makin menggelinjang mengikuti gerakan usapan jari-jari si satpam itu. “Sekarang saya mau cobain punya Non, boleh yah?” kembali kuanggukkan kepalaku sambil tersenyum lemas. Bokepindo Kubuka lockerku dan kuletakkan folder berisi dokumen lalu aku mulai membereskan tas jinjingku. “Yee…si bapak, kok pindah-pindah melulu dari tadi?”
“Hehe…biar gak bosen Non, ganti suasana, mumpung sepi juga” katanya
Akhirnya kami berlari kecil tanpa sehelai kain pun di tubuh dan masuk ke ruangan showroom mobil. Sampai akhirnya tongkat berhasil menembus masuk, rasa sakitku serentak mereda, perlahan tongkat terus menggesek lubang senggamaku masuk ke dalam, vaginaku semakin banjir saja. Kulihat ia mengambil kunci, lalu berkata.. jangan kasar-kasar loh, saya gak suka”, katanya. Setelah kuperiksa dengan alat pengecek kehamilan, ternyata benar…aku hamil. Hal ini sudah biasa bagiku dan tidak menjadi sesuatu yang istimewa sehingga aku cuma menyahut kecil saat satu-demi satu rekan-rekanku pamitan mau pulang duluan. Aku dilanda kegalauan yang amat sangat, beberapa teman menyarankan untuk aborsi. Gerakan Pak Hendro mulai cepat tak teratur dengan disertai kejang-kejang kecil.




















