Aku menunggu Anton yang sedang berjualan tiket kemudian kita makan bakso. Pergi kemana saja aku selalu ikut duduk manis di mobil yang mewah.jalan-jalanke mall atau supermarket makannya juga enak. Bokep STW Kerjaan tidak begitu berat bagiku apalagi kalau bu Susi pulang awal, Mika pasti diajak pergi jalan dan aku pun ikut. Kita bertukar nomor telepon. Orangtuaku hanyalah seorang buruh tani di desa. Terasa sangat gelap, aku tiduran di atas tikar dengan Anton. Akhirnya aku diajak bibi pergi ke luar kota. Kuliah pun juga belum tentu mendapat pekerjaan yang layak. Pas aku beli tiket aku sedikit terkejut karena yang jaga di komedi putar sama dengan yang jaga di loket kereta.Dan mas yang jaga itu senyum-senyum sambil melihat aku. Sebelumnya aku tidak begitu mengenal laki-laki seperti ini. Pukul 10 malam lampu kerlap kerlip di pasar malam itu dimatikan. Kuliah pun juga belum tentu mendapat pekerjaan yang layak. Terdengar bunyi robekan,“kkkrreeeeeeeekkkkkk….” Sepertinya selaput keperawananku sobek Anton berhasil merenggut keperawananku.Keluar sedikit darah dari memekku,namun Anton




















