Iseng aku memanjat dinding tembok pembatas kamarku, mau “melihat” tetangga sebelahku. Aku hanya tersenyum, berarti selangkah lagi keinginanku tercapai.Hari ini selasa, sesuai pre-diksiku, Mas Arif pagi-pagi sudah berangkat, dan sekitar jam 11.00 siang baru pulang.Aku menuju ke kamarnya, lalu mengetuk pintu,
“Assalamu’alaikum” aku mem-beri salam. Bokepindo itu aja nggak mau, apalagi kalau disuruh karaoke” desahku dalam hati kecewa.Namun kekecewaanku terobati karena sejurus kemudian Mas Arif tiba-tiba bangkit dari tempat tidur dan melepas celananya. Lalu akupun masuk ke kamarnya melalui pintu yang sedari tadi terbuka.Mbak Nida kaget, melihatku mengikuti langkahnya,
“Eeeh…kamu kok ikut masuk juga ?!”
Sambil menutup pintu, tenang aku menjawab,“Alaa….Mbak jangan munafiklah, tokh Mbak juga menyukai Vcd porno itu, saya lihat Mbak sampai masturbasi segala”
“Kurang ajar kamu ! Kalau tidak saya akan berteriak” bentak Mbak Nida. Mas Arif itu belum bekerja, ada kesempatan bagiku untuk membuatnya berpisah cukup lama dari Mbak Nida.




















