Keharuman yg tersebar dari badannya tak membuatku bergeming.Lidya mengambil tanganku dan menggenggamnya. Bokep Mama Anehnya, hampir semua kawan mengatakan kalo aku sudah pacaran dgn Lidya, Padahal aku merasa tak pernah pacaran dgnnya. Lalu dia menuntun dan membawanya ke pembaringan. Aku memang tumbuh menjadi anak yg manja. Lidya bersama Mamanya yg umurnya mungkin sebaya dgn Ibuku. “Iya.”
“Memangnya ada apa?” tanyaku lagi. Karena anak bungsu dan juga satu-satunya laki laki, jelas sekali kalo aku sangat dimanja. Namun tak terlihat ada seorangpun tamu di rumah ini kecuali aku sendiri. Memandangi Lidya yg sudah rapi berpakaian. Aku memang mudah sekali disogok. PadahaI waktu itu Lidya sudah dipengaruhi gejolak membara dgn badan polos tanpa sehelai benangpun menempel di badannya.“Kau..”, desis Lidya terputus suaranya. Lalu dia menuntun dan membawanya ke pembaringan. Aku memang paling suka kalo dipuji.Oh, ya.., Nanti malam kamu datang..”, ujar Tante Amanda sebelum pergi. Memang tingkahku tak ubahnya seorang anak balita.Tangisanku baru berhenti setelah Bapak berjanji akan membelikanku motor. Aku memang tumbuh menjadi anak




















