Sambil merokok, dia tampak lebih rileks, kakinya tanpa sadar telah nemplok di dashboardku. Bokep Arab Tanpa sadar penisku bereaksi. “Bener?”
“Iya. Gadis ini benar-benar cantik. Benar-benar kampanye, nih? Aku menyalakan tape mobilku. Tanganku membuka kaitan BH hitamnya. “Mas Joe…, nikmat banget main sama kamu, rasanya beda sama kalo saya gituan sama Ipet. Hangat. Jangan didiemin aja.”
“Gimana caranya?” Tanyanya polos. Boleh saya menumpang?” Mikha berteriak kepadaku. Biarinlah. “Kamu sudah punya pacar, belum?” Tanyaku. Saat itulah pandanganku bertemu dengan tatap mata seorang gadis yang bergerombol dengan teman-temannya di atap sebuah mini bus. Memang aku lihat ada beberapa kelompok, masing-masing dengan bendera partai mereka dan atribut yang bermacam-macam. “Saya ke kantor dulu ya, memberikan kaset rekaman dan hasil photoku. “Biarin Mas, daripada besok dikuasai partai lain?”. Wajahnya yang cantik tersenyum kepadaku. “Bener?”
“Iya. Kami berciuman kembali. “Mas Joe, kamu tau saja kelemahan saya, saya paling nggak tahan kalo dijilat susu saya…, aahh…”.




















