“Iya enak sekali Dit. Mula-mula kucumbu dada Tante Ratih, lalu lehernya. Film Porno Dilingkarkannya tangannya ke leherku dan dia dekatkan mulutnya ke mulutku, dan akupun melumat bibir seksinya itu. Perasaanku tak karuan. Tante Ratih tampaknya gembira aku datang. MASUK!Aku menyetubuhi Tante Ratih begitu tergesa-gesa. Pelajaran ilmu pasti dan fisika tidak terlalu sulit bagiku. “Bukan. Dan jadi bahan gunjingan ibu-ibu antar tetangga.Oh ya mungkin ada yang bertanya mengapa kok soal punya pacar atau tidak punya pacar saja begitu penting. Dan pertempuran sengit dan panas itu berlanjut lima lalu sepuluh menit lagi. Atau barangkali itu hanya alasanku saja. Kupandang Tante Ratih yang tergolek miring disampingku. Akhirnya kami berdua berbaring berjajar di tempat tidur. Bahkan mataku yang tadinya berat mengantuk, sekarang terbuka lebar.“Dit,” kudengar dia memecah keheningan. “Tapi Tante suka orang pendiam”, sambungnya.Kami makan tanpa banyak bicara, habis itu kami nonton televisi acara panggung musik pop.




















