Marah yaa? Bokep Viral Terbaru “Erik sudah pulang!!”, pikirku senang.Aku pun berlari keluar kamar untuk menyambutnya. Yayasan Bunda Erika, aku membacanya di sebuah papan nama di depan pintu masuk bangunan itu. Artis ya?”
“Mungkin ya..”, kata Bunda Risa sambil tertawa kecil. Tapi, dia juga bersikap disiplin. Erik kembali menciumiku, kali ini dia meremas payudaraku sambil menghisapnya. Senyuman misterius menghiasi wajahnya. “Ahh..!!” nafasku makin memburu.Tiba-tiba Erik berhenti dan melihatku sambil tersenyum misterius. Tanpa sadar pipiku bersemu merah.Setelah pesta usai, Erik mengajakku istirahat di kamar hotel. Selama ini aku hanya mengenal ayah dan ibu saja. Beruntung sekali kamu punya ayah angkat seperti Erik..”
Kata Sara, teman baikku sambil tertawa meledek. “Aaahh..!!”
Aku menjerit dan mulai menangis lagi. Tapi, tidak saat ini. “Anak bodoh.. Dia memandangiku yang masih berlinang air mata. Aku hanya bisa terdiam terpaku. “Emm..” aku tidak berani bilang kalau aku merasa sakit. “Emm..” aku tidak berani bilang kalau aku merasa sakit. Kenapa katamu?! Aku nggak marah kok.




















