Ayah tak pernah menerimanya. Entah mengapa, Aku jadi pengin marah. Bokeb Tak tahu? Nafsuku makin memuncak ketika kurasakan “kilikan” lidah Jimmy di bawah sana. Menyadari hal ini, Aku jadi lebih berhati-hati mengenakan pakaian atasan. Kenapa Aku harus marah? Kutarik Jimmy ke kamar. “Okay deh Mas, Sally maafin.”
“Mas sayang ama kamu.”
“Iya, Sally tahu.”
“Apa jawabmu, Sally?”Aku diam. Dari posisi rebahku ini Aku bisa melihat melalui kaca jendela lebar, seseorang berdiri di depan pintu. “Tapi kamu lebih seksi,” kata mereka. Dia juga telah berhasil melepaskan jeansku. Sebaliknya, bila teman sekolah (cowok) main ke rumah, roman muka Hendrik menunjukkan rasa kurang senang. Dia juga telah berhasil melepaskan jeansku. Bahkan menuntun tanganku untuk mengusap-usap di daerah sana. Jimmy bangkit, urung penetrasi. Ketika CDku hendak dilepaskannya pula, dengan tegas Aku menolak. Aku mulai tertarik karena Hendrik sebagai anak kost bersedia membantu Ayah, Ibu dan Aku, selain karena dia cerdas.




















