saya pun mulai mundur teratur selangkah demi selangkah, saya tak tahu harus berbuat apa saat itu sampai akhirnya kakiku terpojok oleh bibir ranjang tidurku.“Jangan Nto!” kataku dengan suara gemetar.“Hua.. Perlawananku yang terus-menerus dengan menggunakan kedua tangan dan kedua kakiku untuk menendang-nendangnya terus membuat supirku juga kewalahan hingga membuatnya kesulitan untuk menciumiku sampai saya berhasil lepas dari himpitan tubuhnya yang besar dan kekar itu.Begitu mendapat kesempatan, saya berusaha untuk mundur dan menjauh dengan membalikkan tubuhku dan berusaha merangkak, tapi saya masih kalah cepat darinya. Bokep Ojol ouh.. Tapi sejak tiga bulan sesudah anakku berada di luar negeri hari-hariku terasa sepi dan membosankan. Lalu tubuhku disandarkan pada teralis ranjang.“Biar saya yang suapin Bu Meryy yach!” ucapnya sambil menyodorkan sesendok nasi goreng yang dibuatnya.“Kamu yang masak Ris!” tanyaku ingin tahu.“Iya, lalu siapa lagi yang masak kalau bukan saya, kan di rumah cuma tinggal kita berdua, si Wati kan udah saya suruh pulang duluan sebelum hujan tadi turun!” kata supirku.“Ayo dicicipi!” katanya lagi.Mulanya saya ragu




















