Selama hampir sejam, rapat berlangsung cukup serius dan terus terang…membosankan, banyak kata-kata munafik demi rakyat lah, demi umat lah, demi kemashlatan bersama lah, aqu sih sudah sangat kenyg bahkan eneg mendengar semua itu.Bagiku mereka sebenarnya cuma mengutamakan uang, tahta, dan syahwat, hanya saja pintar-pintar mereka dibalut dgn kata-kata manis seperti yg sebelumnya kusebutkan itu. Sebagai sekretaris kesaygan petinggi partai, tak ada yg berani mengusikku, walaupun mereka tau persis, bahwa aqu bukan hanya sekretarisnya namun juga alat lobi dan budak seks. Bokep China Setelah berhasil memasukkan benda itu….rrttttt…..Pak Adi menghidupkan remote dildo itu dan mereka bergerak meliuk-liuk di dalem anus ku dgn gerakan memutar namun tak beraturan. Kubuka mata melihat sejenak, ternyata pemilik tangan itu adalah pak Zanarudin, sang bendahara umum partai.“Remas Kir!!! (mereka dapet duitnya darimana, itu sih tanyakan pada rumput yg bergoyg)“Gimana Pak Yahya? Namun bagaimanapun, aqu sebagai sekretaris ya harus profesional juga, sepanjang rapat aqu pun selalu mencatat apa yg harus kucatat.




















