Hanya beberapa menit aku bertahan seperti itu. “Ada apa dik hadi” tanya bu evi dengan tersenyum. Bokep Dan aku pun tersenyum sendiri.Keesokan harinya seperti biasa aku telat bangun, maklum hari minggu. Nggak tahu kenapa aku sering cari kesempatan untuk bertemu muka biar kecipratan senyum manisnya. Yang lebih dari memek bu evi ini adalah aku merasa penisku susah dicabut ada yang menyedot dari dalam, dan senyum bu evi pun tak henti hentinya terpampang. Dia mendesah. Memasuki rumah kost, yang pertama kucari adalah motor pak evi, meskipun aku tahu dia biasa kerja pagi tapi aku harus memastikan. Aku bermimpi membawa kedua wanita tetanggaku kedalam kamarku dan kami main bertiga. Setelah menyelesaikan beberapa pekerjaan, aku minta ijin bosku untuk pulang dengan alasan nggak enak badan. Aku tak beranjak jauh dari pintu belakang kamarku dan sengaja kubuka sedikit sehingga masih bias mengintip kea rah pintu belakang mbak Diah.




















