Saat hampir tiba di rumahku, kulihat ada sebuah mobil yang diparkir di depan. Tak ada satu pun kata- kata yang ingin kudengar dari mulutnya.Setelah Budi pergi, kemudian Erni menemuiku di meja makan.“Erni, kenapa kamu lakukan semua ini? Bokep Cina Air mata meleleh membasahi wajahku mengingat segala peristiwa mengejutkan yang baru saja kusaksikan. Serasa hancur hatiku saat lelaki itu menjambak rambutnya dan menarik kepalanya ke belakang dan memanggil istriku dengan sebutan ‘jalang’, dan memaksakan batang penisnya masuk ke dalam lubang anus istriku yang terlihat mengerut.Istriku memohon agar lebih dalam lagi dan pinggulnya menghantam berlawanan dengan pinggang lelaki ini. Dia masuk ke dalam kamar dan tak lama kemudian keluar dengan membawa koper, lalu pergi untuk menunggu jemputan Budi. Tak dapat kupercaya pendengaranku akan kata-kata hina yang keluar dari mulut manis istriku. Dengan marah kuteriakkan padanya agar menjauh dari istriku dan mengusirnya keluar dari rumahku. Kemarahanku sekarang sudah melampaui batasnya. Pinggul mereka saling menghantam berulang kali.




















