”memangnya buat siapa mas Mbelor?” jawabku ,
“Buat kamu dong..” sahutnya langsung.Wajahku langsung memerah saat itu juga sembari mencubit tngannya yg berada diatas tanganku. ”Ih …mas Mbelor, kapan kapan tempat duduknya digantiin sama yg nggak licin aja, habis Melda kan cape kalo pegangan kebelakang terus”, seruku rada merengek.“sapa yg suruh pegang ke belakang ….ha ah ah” katanya sembari tertawa. Bokep Jilbab/Hijab Terasa ingin melonjak begitu kemaluanku yg dari tadi dianak tirikan kini akhirnya terjamah juga oleh tangan mas Mbelor. Kubuka kunci dan kami pun berada didalam kamar kosku yg berukuran cukup luas, tak ada kamar mandi didalamnya akhirnya akupun berjalan dengan tubuh basah kuyub menuju lemari dan mengambil selembar handuk bersih dan melemparkannya ke arah mas Mbelor kemudian ke ranjang dan merapikannya.Betapa kagetnya ketika kurasakan ada dua belah tangan tiba-tiba mendekap pinggangku dari belakang, dan kurasakan wajahnya menempel di leherku dan mengeluarkan nafas hangat yg menyapu sela-sela telingaku.




















