Lalu aku mengatakan, “Lepaskan dong tali-tali ini. Di ruang tengah (tamu) ada TV dan sofa. Bokep SMA Selamat tidur. Oh iya, aku punya kejutan lho buat kamu. Berkeringat seluruh badanku. Tinggal sama siapa kamu disini?”
Di jawabnya, “Sendirian. Dia seorang wanita keturunan Tionghoa. Lemari esnya di sebelah situ dan ada beberapa makanan kecil di dekat kulkas,” katanya sambil berjalan menuju kamarnya.Dia tinggal di 1-bedroom apartemen. Orang tuaku yang beli aparteman ini tapi mereka tidak tinggal disini.”Lampu ruangan yang baru saja dinyalakannya kemudian di redupkan sehingga terangnya seperti api lilin.“Kalau mau minum, ambil sendiri saja ya. Akupun setuju dan tidak perduli apa filmya karena yang ada dibenakku mau “USAHA”. Maunya aku taksi ini berputar-putar biar perjalanannya lebih lama sehingga aku bisa menikmati momen ini.Tak lama kemudian taksipun sampai di aperteman itu. Diantara sofa dan TV ada karpet tebal dan lembut berwarna putih. Karena aku tak kuat minuman alkohol, jadi kupesan coca-cola. Masa aku harus dipamerkan dan dimainkan oleh teman-temanmu dalam keadaan seperti ini.




















