“Kenapa?” tanya Anisa
” Maaf Nisa? Kami kebingungan sekali, bahkan berteriak memanggil-manggil mereka yang berjalan duluan. Bokepindo Hatiku jadi enggak karuan, udara yang aku rasakan dingin mendadak jadi hangat, entah apa penyebabnya. Penny’ku. Veggy’nya.Di atas batu yang ceper nan besar, Anisa membaringkan diri dengan posisi menantang, dia menguakkan selangkangngannya, ‘Ms. Dia meraba bibirku, aku reflex mencium bibir Anisa. Seperti biasanya rombongan berangkat menuju ke sasaran melalui jalan setapak. Rasa-rasanya jalan yang kami lalui itu benar, soalnya hanya ada satu jalan setapak yang biasa dilalui orang.Sial bagi kami, kabut dengan tiba-tiba turun, udara dingin dan lembab, hari mulai gelap, hujan turun rintik-rintik. Anisa akan melanjutkan S2 nya di USA, karena keluarganya ada disana. Tak kalah pula dia mengocok-ngocok ‘Mr. Rombongan terdiri dari 5 laki-laki dan 5 wanita. Aku diajaknya ke sebuah Hotel disebuah kota, yah seperti perpisahan. Sebentar-sebentar minta istirahat, bahkan sampai 10 menit, lima belas menit, dan dia benar-benar kecapean dan betisnya yang putih itu mulai membengkak.Kami berangkat lagi, tapi celaka,




















