Akupun kembali merebahkan tubuhku dan mengatur nafasku.Sementara itu hujan diluar mulai reda, namun angin dingin terus berhembus masuk kedalam massal tempat pembantaian Ratri ini. Di sekolah ini aku dan Dol bekerja sendirian. Bokep SMA Kedua tanganku yang mencengkram erat pinggulnya juga membantu memaju mundurkan tubuhnya.Badan Ratri kembali tegang, rintihan kembali terdengar. Setelah itu badan Dolpun ambruk disamping badan Ratri.Akan tetapi posisiku masih tetap seperti semula, kemaluanku masih tertanam dimulut Ratri. Hujanpun mulai turun, ruangan didalam massal semakin gelap gulita angin dinginpun bertiup masuk kedalam massal itu, Dol menyalakan satu buah lampu TL yang persis diatas kami, sehingga cukup menerangi bagian disekitar kami saja. Terasa lembut sekali bibirnya, kumainkan lidahku didalam mulutnya, sejenak aku bercumbu mesra dengan Ratri. Aku bangkit dari rebahanku mendekati mereka berdua. Segera kupeluk kepalanya dan kucengkram erat dengan kedua tanganku setelah itu irama gerakanku kupercepat.“Aakkhhh…” akupun menejan, tubuhku mengeras.Croot…croottt…croott… akupun berejakulasi, kusemprotkan spermaku didalam rahimnya. Ternyata Dol dengan langkah agak gontai dia menutup pintu massal yang mulai gelap




















