Cita-citanya untuk membalaskan dendamnya akan segera tersalurkan. Bokep Sambil membawa beberapa botol bir lagi dan rokok, kami pulang dan hanya menunggu ke datangan Minoru. “Terus kita mesti culik dia lagi?”, tanyaku.“Gak lah, aku bakal ancam dia, aku kan masih nyimpan videonya…”, lanjut Zenit sambil menyengir.Zenit lalu mengajakku ke tempatnya berjanjian dengan Minoru Thosi, gadis Jepang yang pernah kami siksa. Sambil bergurau kami menjadi-jadi tertawa-tawa. Lagian kapan lagi bisa begini, kalau ada Zenit sudah pasti dia ingin menyiksa Minoru.“Arrggghh….”, erangan Minoru menerima genjotanku yang kian waktu kian cepat. “Ini bro simpan baik-baik…”, Zenit tidak memeriksanya, dia menyerahkan semua peralatannya, handycam beserta alat penyiksa.Zenit sudah siap bertolak ke negeri matahari. Cita-citanya untuk membalaskan dendamnya akan segera tersalurkan. Melihat itu aku sedikit prihatin.Apa boleh buat, aku masih punya kesempatan yang lain, Minoru berjanji akan menemaniku lagi lain hari, lagian aku juga merekam semua aksi ini, akan menjadi sebuah ancaman jika Minoru tidak memenuhi janjinya.“Ya sudah…”, kataku lalu mencabut kontolku.




















