“Non…”Panggilnya. Aku cuma berharap pada detik-detik terakhir ia masih mau mengurungkan niatnya itu. Bokeb Dan…tadi itu mamang sudah tidak kuat lagi. Ngilunya! Kenapa juga ia tidak langsung mengaku saja.” umpatku pada mang Gimin. “Non ndak les hari ini?”
“Lagi males!” jawabku ketus. Sungguh tak lucu bila setiap orang diruangan ini melihat tonjolan besar tersebutsaat ia berdiri nantinya.######################
Pukul 13:00
Di Kantin Bank“Fi, kami berdua ingin minta tolong kepadamu”ujar Lidya membuka percakapan. Mencabik-cabiknya habis sehingga tak tersisa sedikitpun sekaligus mengubur peluang bagi pria manapun di dunia ini termasuk suamiku kelak untuk ikut merasakannya. “Eh..AlFi? Manisnya. “Mamang kengen banget sama nonnn”
“Sabrina juga kangen sama mamang”Saat itu aku memang sangat membutuhkan dirinya di dekatku. Mereka juga mengabari mami perihal itu sehingga mami mengomel di telpon kepada mang Gimin. “Bego! Pokoknya aku cinta sekali sama penis tuanya. Aku mencoba berusaha mendekat agar aku bisa mendengar suara percakapan mereka dan dapat melihat wajah tua itu saat ketakutan namun aku tak boleh terlihat baik oleh mang Gimin atau oleh




















