Dia tarik jarinya dari mulutku pelan sekali, sembil tersenyum. Bokep Thailand Sama-sama berjilbab walau tak selebar dia. “Kamu sakit Vit?”“Nggak kak” lemah sekali bicaranya“Kenapa kamu murung, ada masalah?”“ah nggak kok” Elvita mencoba tersenyum walau aku lihat tidak bisa menutupi kemurungannya. “Tidak…tidak…ada apa? Setiap aku melihat dia selalu aku lihat setiap geriknya, senyumnya, tawanya, selalu terbayang. AKu menancap gas setelah sebelumnya melambaikan tangan dulu pada ibu kos itu dan teman-temannya, wajah pria tua yang aku kira adalah suami dari ibu kos itu masih tetap tidak bersahabat. Tinggi semampai sekitar 165 cm, dengan tubuh yang padat tidak kurus dan tidak gemuk, sesuai seleraku. “Akhirnya selesai juga ya Vit, capek juga ya” sahutku mencoba mencairkan suasana, sambil duduk di sebelahnya yang sedang mengupaskan mangga untukku. Dia hamil oleh pacarnya, tapi kemudian pacarnya pergi tidak bertanggung jawab. Keempat jariku berada di bawah telinganya yang masih tertutup jilbab. “baik Dok…eh…kak”. Entah apa yang mereka bicarakan terkadang Elvita tersenyum walau getir.Saat istirahat ku coba dekati.










