Dia memacu, akupun tak dapat menahan kenikmatan yang sudah memuncak diubun-ubun kepalaku. Bokeb Langsung dia berdiri sambil menarik celana dalamnya ke atas kembali, dan mencium bibirku lalu berkata pelan.“Mas masih siang enggak enak nanti ada yang datang lagi, nanti sore pasti saya akan ambil air lagi dech” Bu Lastri seakan mengisyaratkan aku bahwa nanti sore saja setelah hari agak gelap.Benar saja masih seperti tadi Bu Lastri berpakaian, dia datang berpura-pura untuk minta air, kulihat mang Didin sedang sibuk melayani tamu yang memesan roti bakar diwarung Bu Lastri. Lalu dia tersungkur merebahkan badannya diatas tubuhku, sambil memeluk erat tubuhku.Setelah sepuluh menit, aku bisikan ditelinga Bu Lastri.“Bu yuck pake baju, nanti mang Didin nyariin lho..”Lalu Bu Lastri bangun dan membersihkan dirinya didalam kamar mandiku, demikian juga aku. Setelah rapih Bu Lastri berkata.“Mas aku kedepan yach” Lalu aku menjawab.“Terima kasih, ‘roti bakarnya’ yach bu”
Lalu dia berbalik memandangku tajam sambil tersenyum dan berkata, “Awas kamu yach..”




















