Itu Jay datang. Film Porno Napasnya mulai memburu, tersengal -sengal.Kurang lebih 1 jam kemudian baru mereka pulang ke rumah. Vannesa berusaha menolak“Tidak Usah malu-malu pakai saja terus” katanya dengan tersipu-sipu. Memang tempatnya amat romantis, apalagi saung itu lampunya redup dan bunyi jangkrik, meningkahi suasana makan mereka. Dan praktis hanya Vannesa yang berada di rumah itu. namun Vannesa menariknya kembali tangan tersebut beraksi beberapa saat.”Jaan lah da… ,Vannesa alah punyo laki jo anak (jangan bang Vannesa udah mempunyai suami dan anak)” ujar Vannesa lirih.”Vannesa malu…”tambah Vannesa mencoba menahan keinginan Jay saat itu disela –sela napsunya yang telah bangkit hampir membakar dirinya.Jaypun menurut dan kembali menghidupkan mesin mobil berangkat menuju rumah. Dirinya dilanda rindu yang sangat merajam perasaannya. Namun Jay dengan cepat menarik tangan wanita berkulit putih itu agar kembali memegangnya. Tiba – tiba saja Vannesa malah sangat ingin bertemu dan ingin numpang pulang dengan truknya. Hanya dua buah cup berwarna hijau muda polos, berukuran 34b yang masih menutupi bukit padat yang membusung




















