Selesai membayar, aku membawa** nampanku menggali* tempat duduk yang kosong.Mataku tertumbuk pada sesosok prempuan muda, cantik, seksi dengan tonjolan besar didadanya, namun* disebelahnya terdapat* anak prempuan kecil, barangkali* 3 tahunan lah. aku diem saja, dan dia si jablay pun* tidak memperkenalkan* aku untuk* tetangganya. Bokep Montok “Minta dong”. “Kok bisa”. Dia menyuapi anak tersebut* dengan nasi yang dibaur* dengan sop, sebab* sopnya masi panas, ditiupnya sebentar sebelum disuapkan ke anak itu.Si anak kelakuannya manis banget, gak bawel* maksudku. Aduuh! Kontolku yang keras mengurangi* perutnya. “Iya si, hanya* ya tersebut* problemnya”. “Ya suami aku gak ngelakuin ya mana mo dikasi ma yang diatas kan”. Rabaanku semakin lama membuatnya semakin napsu. “Abis mo dipanggil apa dong, mas aja deh ya. “Iya, dibelakang ada empang* renangnya, mo renang gak”. “Enak Sin?’ tanyaku. “Terus Mas.. “Enak Mas.. Uuh!” desahnya sambil mengurangi* tanganku yang satunya guna* terus meremas-remas toketnya.




















