“Ya ngga’ lah… ini saya bawain bubur buatan Mama” katanya sambil mendorongku masuk kamar… dia letakkan bubur itu di atas meja kecil samping ranjang. Tangan Mita mulai turun dari dadaku ke meriamku… dan meremasnya dari luar…“Aduh… enak sekali Mit… terusin ya… sampe keluar… biar aku ngga’ pusing nanti ” kataku nafsu menyambut kemajuannya.Lama remasan kami berlangsung… sampe akhirnya Mita melorot dan berjongkok di depanku dan menyingkap pakaianku… dia mulai mo mencium meriamku… dengan mata redup penuh nafsu dia mulai mencium sayang pada meriamku. Bokeb “Iya dech… sini Kak cium kamu ” kataku dan diapun pindah kehadapanku.Dia membungkuk sehingga ada kelihatan dadanya yang membusung… aduh…. Diapun langsung menggoyang keras… rupanya sudah ngga’ tahan…Benar juga sekitar 5 menit dia bergoyang sudah mengejang keras dan mengerang…. Namun pada saat melakukan tendangan memutar sambil melayang… tiba-tiba aku melihat ayunan stcik soft ball ke arah kakiku yang terjulur… ngga’ ampun lagi aku jatuh terjerembab dan gagal melancarkan tentangan mautku… sesampainya aku di tanah dengan agak




















