loe yang sadis kok masih nyalahin gua, awas ya!” kata Sinta sambil menangkap kemaluanku dan menggenggamnya erat. Sementara ciumanku pada Diana sudah mulai turun ke dagunya, lalu ke leher. Bokep Thailand Leo udah ah, lepasin ah.. “Wah gile bawa cewek juga nih dia, cakep-cakep lagi, eh cewek mau main sama kita nggak!” timpal temannya yang berambut cepak. sadis.. Si cepak menerjang ke arahku tapi kutendang perutnya sampai terhuyung-huyung ke belakang. Diana adalah seniorku semester akhir, sama-sama jurusan manajemen denganku, sifatnya pendiam, banyak yang mengatakan dia judes karena jarang tersenyum, karena sifat tertutupnya inilah temannya cuma sedikit, tapi kalau sudah akrab ternyata orangnya baik dan menyenangkan.Dia sering membantuku dalam tugas-tugas kuliah. Sebenarnya aku mulai kewalahan tapi aku mencoba tetap tenang dengan menggertak mereka dengan pisau yang kurebut sambil berdoa dalam hati, kami terdiam sesaat lalu mereka perlahan-lahan mundur, membalikkan badan dan kabur entah kemana, akhirnya berguna juga ilmu bela diri yang kupelajari selama ini.Aku segera masuk mobil, kusuruh Diana segera tancap gas,




















