Lidya melepaskan pagutannya dan menatapku, Seakan tak percaya kalo aku sama sekali tak bisa apa-apa.“Kenapa diam saja..?” tanya Lidya merasa kecewa atau menyesal karena telah mencintai laki-laki sepertiku.Namun tak.., Lidya tak menampakkan kekecewaan atau penyesalan Justru dia mengembangkan senyuman yg begitu indah dan manis sekali. Waktu itu aku melihat ada kekecewaan tersirat di dalam sorot matanya. Bokep Mom “Aku.., Apa yg harus kulakukan?” tanyaku tak mengerti. Aku menatapnya dgn tajam. Di kampus, sebenarnya ada seorang perempuan yg perhatiannya padaku begitu besar sekali. “Aku mencintaimu”, sahut Lidya agak ditekan nada suaranya. Berulang kali dia menuntun tanganku ke dadanya yg kini sudan polos.“Ayo dong, jangan diam saja..”, bisik Lidya disela-sela tarikan napasnya yg memburu. Dan juga anak terakhir. Aku ingin mengangkatnya, namun Lidya malah menekan dan terus membenamkan wajahku ke tengah dadanya.




















