Aku langsung menarik tangan dan mengambil cd hijauku. Air cucian kotorpun langsung keluar dari selasela bak cuci pecahku, menggenang, disertai bau apek yang cukup menyengat.Sialan belum juga mencuci emosiku langsung meninggi sabar Liani sabarAku diam sejenak, memikirkan apa yang harus aku lakukan.Daripada beli, mungkin lebih baik aku pinjam saja sebentar. Bokeb Aku sedikit tertawa ketika melihat kaki mas Manto. Nafsu sex yang seolaholah tak pernah ada habishabisnya. Sepertinya suara desahan kami terlalu keras sehingga terdengar sampai rumahnya. Iya.. Suaranya terdengar pelan dari sebelah rumah. Pagi hari yang berisik pikirku tiap kali kami bersetubuh.Karena memang benar, kami adalah pasangan yang tidak bisa diam, selalu bercinta tiap kali ada kesempatan. Jauh lebih lantang daripada biasanya. Aku merasakan hal yang sangat kurang nyaman.Bangku itu terasa begitu pendek, hanya 15 cm dari lantai. Blak keblak.. dada bidangnya naik turun, dan nafasnya terengahengah. Tenagaku perlahan pulih, setelah melihatnya berdiri tak jauh dari pintu dapur. Dengan lutut yang masih gemetar, aku memberanikan diriku tuk berdiri.










