Saat itu, aku benar-benar sendirian. Dan aku pun bertanya, “Bunda, tamu istimewanya siapa sih? Bokep Colmek “Kamu cantik ya Maria? Berada di tengah-tengah mereka saja sudah sangat membuatku special. “Ahh..!!” nafasku makin memburu.Tiba-tiba Erik berhenti dan melihatku sambil tersenyum misterius. Tanpa sadar pipiku bersemu merah.Setelah pesta usai, Erik mengajakku istirahat di kamar hotel. Tak lama, Erik sudah habis melucuti pakaian wanita itu. Mungkin karena puber. “..Erik? Aku pun mengenakan gaun berwarna putih yang baru dibelikan Erik. Tapi Erik menahanku dengan kuat. Wanita itu mengerang dengan keras. Erik sangatlah baik padaku. Yang paling menyedihkan adalah, aku sama sekali tidak pernah dikenalkan ataupun berjumpa dengan kerabat ayah maupun ibu. “Sempurna” katanya dingin. Aku pun merasa ketakutan. Dan semalaman dia tidur sambil memelukku dengan hangat.“Aku..aku..sayang Erik”
“Erik adalah milikku..hanya milikku seorang”
Pikiranku berputar-putar memikirkan hal itu. Tapi, di depan kamar Erik aku berhenti. Pintunya terbuka sedikit. “Tidak”, Erik masih memandangiku sambil memegang mukaku, seolah-olah aku tidak bernyawa. Dengan posisi membungkuk, dia mengamati wajahku dengan teliti.




















