Kesenggol lagi ya Mbak?” tanyaku sambil mencoba bangkit, meneliti tangan mana yang telah kurang ajar menyakiti payudara Mbak Sekar. Setelah agak mampu menguasai diri, meski tak sepenuhnya, kembali perhatianku ku tumpahkan ke aktivitas Nenek. Bokeb Dan.. Yang jelas aku makin tak perduli. “Dari kamar mandi,” jawabku sekenanya. “Males Mbak, aku penginnya main-main sama Mas Yogi, Mas Simin dan teman-teman yang lain,” rontaku dengan lagak acuh tak acuh setengah memohon, agar aku di perkenankan tidak mengikuti Vacancy [begitu biasanya Nenek menyebut liburan-pen. Saat itu, aku senang bila saat di mandikan ibuku memainkan tititku untuk di sabun. Aku tak tahu persis apa yang mereka perbincangkan, tetapi ini adalah kesempatan bagiku, untuk segera mengakhiri rasa sakit di selangkanganku yang terjepit oleh kain celana pendekku sendiri. Seperti telah ku paparkan, ranjang kayu jati yang kutempati, memang telah usang.




















