Sesampainya di rumah, Vannesa masih saja terbayang akan perlakuan Jay pada dirinya. Bokep Vannesa langsung terbangun dan duduk kembali menjauh dari bahunya. Juga ia mulai berani bertanya tentang gimana Vannesa berhubungan dengan suami, berapa lama suaminya bisa bertahan dan berapa kali Vannesa berhubungan selama seminggu.Pertanyaan-pertanyaannya ini tentu saja membuatnya merasa risih dan tidak enak hati. Sepanjang perjalanan itu Vannesa tidak mengenakan kacamata. Ia menjilatnya hingga tandas, lalu kepala Jay turun, meluncur kearah kewanitaannya, tubuhnya kembali berada di lantai, dengan kedua tangan tak henti-hentinya menggeluti bukit padat pada dada wanita bertubuh sintal tersebut.. Vannesa menyadari mungkin Jay sedang stress akibat hidupnya yang sendiri itu, namun Vannesa tidak menanggapinya, dan seperti angin lalu saja.Hingga sampailah saat Vannesa pulang dengannya untuk kesekian kali, ia berusaha memegang jemari tangannya. dibantu oleh kedua kaki Vannesa yang membuka memberikan jalan… Vannesa hanya bisa menatap mata Jay.., menggeliat bak cacing kepanasan dan merintih…“Ohh………”.




















