Kucoba sedikit dengan ujung lidahku, rasanya ternyata sedikit asin dan berbau amis.Tetapi itu tidak menghentikanku untuk terus menjilatinya. Setelah aku melihatnya ternyata dia tidak lain adalah Anis,
“ Permisi Mba’, aku mau masuk dulu ”, ucap-ku pura-pura tidak ada apa-apa.Saat itu dengan berjalan secara teburu-buru aku langsung menuju rumahku untuk menghindari pertanyaan-pertanyaan dari Anis. Bokepindo Pada keesokan harinya Mba’ Mila pergi dengan anaknya yang ucapnya akan pergi kerumah Ibunya Mba’ Mila.pada sore hari Mba’ Mila-pun telah pulang, dan saat itu aku-pun baru akan pergi mandi. Karena kejadian itu, Mba’ Mila-pun hampir jatuh.Dengan reflek-ku yang sangat cepat aku-pun langsung menangkap tubuhnya. Dalam hatiku berucap jangan-jangan dia akan melaporkanku pada Kepala Desa, aku harus bagaimana nih, bisa-bisa aku diarak orang satu kampung. Saat itu aku mulai melumat bibir, menciumi seluruh leher dan kukecup kedua puting susunya yang merah itu,
“ Ahhhhh… nikmat sekaali Den… Ouhhh…. Saat ini aku masih duduk dibangku perkuliahan, aku tercatat sebagai seorang mahasiswa di salah satu universitas negri di kota-ku.




















