Lalu si Tegap menghampiriku dan berdiri menantang di sampingku. Bokep Mama Bagaimana mungkin ludah si Kumis dapat membasahi sepanjang jari-jarinya itu, pikirku. Aku menyuruh Sherly untuk mengenakan pakaiannya secepat mungkin. Namun setelah mereka keluar dari ruangan itu dan meninggalkan kami berdua saja, aku semakin yakin. Kami berdua berdiri tegang. Walau aku hanya dapat menangkap sepenggal kalimat (may pass), namun aku yakin bahwa ia menyuruh kami mengenakan kembali pakaian kami dan memperbolehkan kami untuk melanjutkan perjalanan kami.Awalnya aku tak mempercayai pendengaranku (dan tafsiranku terhadap kata-katanya). Beberapa benda di kantong baju dan celanaku dikeluarkan dan diletakkannya di meja terpisah.Sama halnya seperti yang terjadi pada diriku, si Tegap memeriksa Sherly dari atas ke bawah. Namun setelah mereka keluar dari ruangan itu dan meninggalkan kami berdua saja, aku semakin yakin. Kali ini aku yakin ia mengatakannya dalam bahasa inggris.




















