Padahal sudut mataku mengintai dia terus.Kulihat Mama menghadapi setumpuk kertas ulangan murid-muridnya.Aku mulai nekad. Apalagi kalau mengingat bahwa beberapa bulan lagi aku akan menempuh ujian.Tapi gilanya, pikiran ini makin lama malah makin menjadi-jadi. Film Porno Sudah keras pula… Mama melotot tapi lalu tersenyum penuh arti. Keinginan untuk mengintip ibu tiriku waktu mandi!Kamar mandi itu ada dua pintu. Kupeluk leher Mama dari belakang. Paling hebat cuma memegang pergelangan tanganku.Aku tak mau buang-buang waktu lagi. Pantesan… ibu tiriku melepaskan zakarku dari genggamannya, lalu merebahkan diri sambil menyingkapkan dasternya sampai ke bagian perutnya. Kudengar langkah ibu tiriku menuju kamar mandi. Saat itu ayahku sedang di luar Jawa untuk mengurus bisnisnya. Aku tidak tahu kenapa kamar mandi itu dibuat begitu. Aku bahkan harus berterimakasih, karena mama (demikian aku memanggil kepada ibu tiriku) memperlakukanku seperti kepada anaknya sendiri.




















