Boleh nggak kita gabung duduknya?” tanya Dina sambil tersenyum. Bokep Jilbab/Hijab “Baiklah kalau menurut kamu begitu” jawab Ananda kemudian. Terima kasih atas kepercayaan yang Om berikan”jawabku kemudian. Di kepala masih teringat saat aku memperkenalkan diri di hadapan Papa dan Mamanya, ketika break time tadi yang Ananda bilang pernah menceritakan aku sebelumnya. “Diet, kalaupun banyak cowok yang mengejar-ngejar aku, aku punya hak juga khan buat menolak?” tanyanya lagi. Setelah berkenalan dengan kedua orang tuanya dan terlibat obrolan yang panjang, akhirnya aku tahu kalau Ananda adalah anak semata wayang di keluarganya. “Ananda… Ini Adietya teman kita juga, yang kebetulan juga dia vokalis di grup band di kampus kita ini” Dina memperkenalkan aku kepada Ananda secara panjang lebar. Aku hanya terdiam mendengar penjelasannya, sambil tersenyum lembut menatapnya. “Oh.. “Aku nggak pernah membayangkan kalau aku bisa sedekat ini dengan dirimu” jelasku setelah bisa menguasai keadaan. “Ananda sebaiknya kita pulang yah” kataku pelan. Ananda sempat terpaku, ketika melihat diriku tersenyum dari atas panggung.




















